Spiga
Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tips Melamar Kerja Yang Tepat dan Sesuai Keinginan Anda

Kalau masih ada yang belum mengerti cara untuk mendapatkan pekerjaan yang cepat tepat dan sesuai dengan yang diinginkan. Ini dia caranya :

1. Niat

2. Bersungguh-sungguh

3. Sebelum menaruh lamaran coba Telepon / SMS ke HRD-nya / managernya / nomer yang tertera untuk :
3a. Menanyakan masih ada atau tidaknya lowongan kerja
3b. Janjian interview (kalau hanya disuruh menaruh lamaran saja berarti ada banyak pelamar / managernya tidak setiap hari berada di lokasi)

4. Tidak mengulur-ulur waktu untuk mengirim lamaran
4a. Jikalau perusahaan / lahan usaha yang anda minati memberikan e-mail untuk pengiriman lamaran, harap berhati-hati (data pribadi kita bisa disalahgunakan) biasanya pengiriman lamaran melalui e-mail hanya untuk perusahaan besar / lahan usaha yang mempunyai banyak cabang
4b. Kalau hanya sekedar Warnet / Rental PS / Restaurant / Perhotelan, biasanya menghubungi Contact Person yang ada kemudian mengirim lamaran langsung menuju ke lokasi itu sudah cukup.

5. Map Lamaran Kerja biasanya terdiri dari :
a. Lamaran kerja
b. Curriculum Vitae / Riwayat Hidup
c. Fc. KTP
d. Fc. Ijazah
e. Pas Foto 3x4 / 4x6

6. Setelah menaruh lamaran di lokasi loker biasanya disuruh menunggu 2 sampai 3 hari untuk dipanggil interview (bagi para pelamar seperti pada point.3b). Jikalau tidak ada telp/sms untuk interview berarti bukan rezeki anda. Segerakanlah untuk mencari lowongan kerja lainnya.

7. Untuk Walk-in Interview biasanya pihak HRD akan menginterview banyak pelamar kerja dan tentunya akan dicari yang terbaik (bahkan bagi anda yang tidak mempunyai pengalaman, saya yakin peluang anda adalah 50:50). Jika anda bisa meyakinkan HRD untuk merecruit anda, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

8. Mungkin alasan Negara Indonesia tidak bisa melejit menjadi Negara maju adalah karena sebagian besar manager suatu lahan usaha masih melihat ijazah / lulusan para pencari kerja, mereka selalu mengesampingkan untuk melihat passion/gairah, kerja keras, dan kinerja para pencari kerja. Dan malah meng-import SDM-SDM dari luar negeri Salah satu contohnya:
Negara Indonesia lebih memilih membeli beras dari luar negeri dan membiarkan sawah para petani dijadikan mall karena beranggapan kualitas beras negeri sendiri tidak sebagus negeri orang.
ex lainnya:

Lulusan SMA yang bekerja di pabrik / restaurant bisa menjadi Supervisor / Assistant Manager jikalau mereka bersungguh-sungguh dan mampu memahami segala sesuatu dengan baik dan benar (Tentu saja semua itu dimulai dari bawah dan memerlukan banyak waktu). Pasti sebagian dari anda punya teman / bahkan saudara / ayahnya sendiri adalah lulusan SMA tapi sudah menjadi Supervisor dan disuruh oleh managernya kuliah D3/S1 hanya untuk ijazah semata.

9. Bekerja sambil belajar adalah jawaban dari point.8 DIATAS. Dalam artian anda sedang bekerja di sebuah lahan usaha dan diwaktu bersamaan anda belajar sesuatu yang baru dari atasan anda / rekan-rekan kerja anda / senior anda.

10. Cari kerja itu gampang-gampang susah. Bisa dibilang gampang jika anda langung mengcontact nomer yang tertera - langsung menaruh lamaran ke lokasi - jujur dan bersungguh-sungguh. (Tentu saja semua itu atas ridho ALLAH dan pribahasa siapa cepat dia dapat) mungkin LUCK juga jadi faktor:
Lucky karena lahan usaha itu dekat tempat anda,
Lucky karena anda kenal beberapa orang dalam,
Lucky karena anda salah satu pelamar yang cepat menaruh lamaran (menandakan anda sungguh-sungguh)

11. Semangat Kerja dan Semangat Cari Kerja. Good Luck Guys!
Selengkapnya / Read More - Tips Melamar Kerja Yang Tepat dan Sesuai Keinginan Anda

10 Pekerjaan yang Tak Perlu Ijazah Sarjana

Dalam dunia kerja, masih banyak perusahaan yang mempertimbangkan latar belakang pendidikan calon karyawan. Dalam syarat penerimaan pegawai baru, sejumlah perusahaan mencantumkan syarat untuk melampirkan ijazah perguruan tinggi.

Fakta ini menggelisahkan pencari kerja, terutama yang tak berijazah. Tak heran Nick Corcodilos dari Ask The Headhunter mendapat banyak pertanyaan dari komunitasnya. Misal, seorang pencari kerja bertanya,”Saya memiliki pengalaman kerja selama 20 tahun di bidang akuntansi tapi tak memiliki gelar kesarjanaan. Bagaimana saya menulis lamaran pekerjaan kepada pemimpin perusahaan tanpa gelar yang dibutuhkan?”

Menanggapi itu, Nick Corcodilos mengatakan, untuk profesi tersebut banyak lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi punya pengalaman kerja. Namun pengalaman kerja selama 20 tahun dapat dengan mudah menggantikan gelar.

Oleh karena itu, suka atau tidak suka kandidat harus bersaing. Corcodilos menyarankan, tenaga kerja bisa mengambil program khusus tanpa harus kuliah di perguruan tinggi demi memperoleh gelar. Sekarang banyak “program pembelajaran jarak jauh”. Ini adalah perguruan tinggi yang akan memberikan kursus melalui internet.

Namun ia menyarankan agar tenaga kerja memeriksa program pendidikan online secara detail sebelum mendaftar. Pastikan lembaga tersebut terakreditasi.

Sebenarnya banyak orang bisa sukses tanpa gelar kesarjanaan. Bill Gates, pendiri Microsoft, tidak pernah lulus kuliah. Begitu pula Michael Dell atau Steve Jobs. Di luar dunia teknologi, ada Richard Branson. Tanpa ijazah perguruan tinggi, mereka memulai usaha sendiri dan kemudian sukses.

Anda tentu saja bisa mengikuti jejak mereka dengan mulai mencari ide untuk mendirikan sebuah usaha, kemudian belajar secara otodidak untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Namun jika Anda masih ingin bekerja pada orang lain di sebuah perusahaan, berikut ini beberapa pekerjaan yang bisa Anda raih tanpa perlu gelar sarjana.

1. Jurnalis
Media massa biasanya mensyaratkan ijazah perguruan tinggi bagi semua pelamarnya. Namun jika Anda memulai sejak dini terjun sebagai wartawan di majalah sekolah, buletin kampus, atau surat kabar lokal di kota Anda, biasanya perusahaan akan memperhitungkan pengalaman Anda. Kemudian, jurnalis baru biasanya akan mendapat pelatihan di tempat kerjanya.

2. Sales/marketing
Banyak perusahaan mempekerjakan kandidat sales dengan melihat pengalaman kerja dan tidak mempertimbangkan gelar.

3. Pengembang web
Prospek kerja dan potensi penghasilan bagi para pengembang web (termasuk pengembang aplikasi) diperkirakan akan tumbuh lebih cepat dibandingkan pekerjaan lain.

4. Sekretaris
Sekretaris ataupun petugas administrasi melakukan tugas seperti penyusunan pesan, penjadwalan rapat, dan memberikan dukungan untuk staf kantor lainnya.

5. Asisten paralegal
Paralegal dan asisten hukum melakukan berbagai pekerjaan untuk mendukung pengacara, termasuk memelihara dan mengatur file, melakukan penelitian hukum, dan penyusunan dokumen. Gelar sarjana atau sertifikat dalam studi paralegal biasanya diperlukan untuk calon entry level.

6. Desainer
Untuk menjadi desainer, baik itu desainer mode ataupun atau desainer artistik di media, baik web maupun media cetak, yang dibutuhkan adalah keahlian dan portofolio karya. Cukup kursus agar mengerti lebih baik tentang teknis yang lebih rumit. Dan yang lebih diutamakan: bakat.

7. Teknisi
Dalam hal ini, mekanik atau teknisi bekerja mengontrol kualitas dari sistem permesinan yang tak rumit. Misalnya, sistem pendinginan di berbagai gedung, atau mekanik pada sistem perbengkelan kendaraan.

8. Tenaga survei
Tenaga survei bekerja untuk membuat pengukuran yang tepat, melakukan survei dan pemetaan, serta mengumpulkan data.

9. Asisten eksekutif
Asisten Eksekutif memberikan dukungan administrasi termasuk melakukan penelitian, pembuatan laporan, penanganan permintaan informasi, dan juga dapat mengatur panggilan rapat serta acara perusahaan.

10. Agen asuransi
Agen asuransi menjual produk perlindungan kesehatan, properti, otomotif. Menjadi agen asuransi menjanjikan penghasilan yang baik dan memungkinkan pengembangan karir.

Selengkapnya / Read More - 10 Pekerjaan yang Tak Perlu Ijazah Sarjana

Empat Tipe Orang yang Tidak Cocok Menjadi Pengusaha

Ingin bekerja sendiri atau membuka usaha? Meskipun berwirausaha memiliki banyak keistimewaan, seperti tidak punya bos dan bebas bekerja pada bidang yang Anda sukai, ada beberapa orang yang merasa lebih baik bekerja untuk orang lain. Berikut ciri-cirinya:

1 Orang yang tidak suka mengambil risiko. Berwirausaha memiliki risiko yang bisa dikendalikan dengan membuat kalkulasi matang, tapi tentu saja selalu ada bahaya kegagalan. Takut gagal bisa merusak usaha baru tersebut. “Orang yang takut mengambil risiko akan lumpuh oleh tekanan berita sehari-hari tentang apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah bisnis,” tutur Scott Gerber, pendiri Young Entrepreneur Council.

2. Orang yang menyukai gaya hidupnya.

Para pemilik bisnis kecil yang cerdas tahu bahwa penghematan pengeluaran mungkin diperlukan, terutama pada awal usaha. “Waktu, uang, dan sumber penghasilan harus disesuaikan dengan gaya hidup dan bisnis Anda,” tutur Gerber. Contoh berkurangnya penghasilan bisa disesuaikan dengan pindah ke apartemen yang lebih kecil, menunda memiliki anak atau sesuatu yang sederhana seperti memasak makanan sendiri daripada makan di luar. Jika Anda tidak ingin memberikan pengorbanan, berwirausaha akan menimbulkan banyak kesulitan.
  
3. Orang yang membutuhkan gaji setiap dua pekan.
Orang yang tidak mampu hidup tanpa pendapatan pasti mungkin tidak berkembang sebagai pengusaha. “Mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan gaji pertama Anda,” dan itu jika Anda beruntung, tutur Gerber. Dan Bahkan jika Anda benar-benar mendapat gaji, gaji itu akan datang dalam jumlah besar. “Anda bisa mendapatkan penghasilan tahunan Anda dalam dua bulan dan harus menggunakan pencairan gaji untuk mempertahankan kebutuhan bulanan.

4. Orang yang menikmati disuruh-suruh.
Beberapa karyawan hebat sangat tidak cocok menjadi pengusaha. Satu contoh utama adalah orang-orang yang bisa melaksanakan visi orang lain dengan sempurna, tapi tidak bisa mewujudkan ide sendiri. “Bahkan para pendiri yang introvert harus mampu mengatur arah perusahaan, mengembangkan strategi dan mendelegasikan tanggung jawab kepada karyawan atau kontraktor,” tutur Gerber.

Selengkapnya / Read More - Empat Tipe Orang yang Tidak Cocok Menjadi Pengusaha

Beberapa Tips Untuk Melamar Pekerjaan

Beberapa tips untuk melamar pekerjaan :

1. Lamar pekerjaan yang anda minati, sesuai dengan hati dan yakin mampu untuk melaksanakan.
2. Buatlah surat lamaran yang terkesan individual/personal khusus untuk perusahaan yang dimaksud jangan membuat surat lamaran yang sudah diformat secara standard atau meniru /jiplak mentah-mentah dari buku.
3. Usahakan surat tsb singkat, faktual dan menarik dengan bahasa yang jelas dan penampilan yang menarik dalam arti : rapi (tidak ada kesalahan dalam ejaan atau tatabahasa), bersih (tinta hitam diatas kertas putih dan bila ada koreksi seperti tip-ex atau perbaikan dengan pensil/bolpoin sebaiknya ketik dan cetak ulang saja) dan selalu berusaha ditujukan kepada seseorang tertentu (nama dan/atau jabatan yang spesifik).
4. Surat lamaran maksimal hanya satu halaman, selalu disertai resume/C.V. (curriculum vitae) anda dan memberi impresi pertama yang positif tentang diri anda.
5. Resume/C.V. anda sebaiknya memberi detail tentang dirimu, mencakup latar belakang pendidikan, keterampilan atau kemampuan yang anda miliki, pengalaman kerja (full-time, part-time atau free lance yg memberi anda kompetensi tertentu untuk melakukan suatu pekerjaan), aktivitas (organisasi, masyarakat, olah raga, dsb) dan juga prestasi (disekolah maupun luar sekolah) yang pernah anda raih. Ciri resume/C.V. yang baik adalah : rapi, simpel, jujur dan akurat. Sebaiknya bersih dan disusun agar penyampaian informasi menarik dan mudah dibaca. Berilah jarak (margin) pada semua sisi resume/c.v anda sebesar 1″ (minimal 1/2″ kalau anda kekurangan space untuk mengisi informasi tentang diri anda) Bagian putih ini membuat resume anda menarik, bersih dan mudah dibaca sekaligus memberi tempat bagi pembaca untuk membubuhkan catatan langsung pada resumemu. Gunakan kertas dan tinta yang sama dengan surat lamarannya.
6. Proof read ulang surat lamaran dan resume/C.V. anda Pastikan bahwa tidak ada kesalahan Tipografis/penulisan, tatabahasa/grammar, bahasa yang diulang-ulang/repetitif, layout/penempatan yang kurang rapi (miring atau tidak lurus) ataupun kesalahan lainnya. Suatu kesalahan dalam ejaan saja bisa menyebabkan anda kehilangan kesempatan yang penting untuk memperoleh suatu pekerjaan.
7. Silahkan membaca buku/literatur yang tersedia di toko-toko buku. Banyak yang mengulas cara-cara dan kiat yang efektif dalam menulis surat lamaran, resume/C.V. maupun wawancara.

Selengkapnya / Read More - Beberapa Tips Untuk Melamar Pekerjaan

Tentang Promosi Jabatan

Sebagai pegawai yang bekerja untuk orang lain, Anda dituntut bekerja sesuai deskripsi pekerjaan dan posisi yang dilamar. Posisi di setiap perusahaan tentunya memiliki tingkatan berdasarkan bobot tanggung jawab yang diemban.

Semakin tinggi jabatan, maka semakin besar pula penghasilan yang diperoleh, namun perlu diingat semua tanggung jawab pun semakin besar dan mencakup banyak individu yang dibawahi.

Apakah Anda berada dalam posisi sudah lama bekerja tapi belum juga mendapat promosi? Jika iya, pastinya Anda bertanya-tanya apa penyebabnya. Pertanyaan mendasar ini akan menjadi acuan bagi Anda sebelum mempertanyakan posisi kepada atasan. Simak pula trik menanyakan promosi yang baik kepada atasan.

Adakalanya lama bekerja seseorang bisa jadi pertimbangan, namun tahukah Anda, banyak pegawai di luar sana yang sudah berada di dalam zona nyaman sehingga merasa tak perlu memperjuangkan posisi yang lebih tinggi? Sah-sah saja tapi baguskah untuk portfolio karier di masa depan?

Dalam mempromosikan seorang karyawan, pihak perusahaan biasanya akan memberikan penilaian dengan pengukuran tertentu. Prestasi, etos kerja, ketekunan, senioritas dan masih banyak lagi. Dan tak terelakkan, promosi jabatan bisa 'memanaskan' suasana kerja antar pegawai.

Perasaan iri orang lain atas prestasi Anda bisa mengganggu kebahagiaan yang didapat atas kenaikan jabatan. Saat Anda sudah bekerja keras, sementara karyawan lain menganggap Anda mendapat promosi karena kedekatan dengan atasan atau kecantikan semata, tentunya hal itu membuat kesal.

Tentunya anda tidak ingin dianggap naik jabatan hanya karena kedekatan dengan seseorang, maka buktikanlah dengan prestasi anda dan tentunya hadapilah mereka yang iri kepada anda dengan penuh dengan kesabaran hingga mereka menyadari kelebihan dan prestasi anda.

Selengkapnya / Read More - Tentang Promosi Jabatan